Langsung ke konten utama

MARGA DALIMUNTHE DINASTY MUANGCHE ( HUANGCHE )

Muang thce ( Huang tche ) exfediton for Angkola klan

 Zaman Hindu Dan Budha Disekitar Selat Malaka dan Sumatera Wilayah-wilayah Pesisir sebelah kiri dan kanan selat Malaka Sejak zaman Purba merupakan wilayah penting karena selat Malaka merupakan Urat Nadi lalulintas dan perdagangan Dari timur ke barat, Pada awal tahun Masehi , Orang-orang India yg berAgama hindu kewilayah ini, Tulisan merekapun dikenal yaitu disebut aksara '' PALLawa " { Wenggi } dan bahasa yg mereka bawa adalah bahasa Sansekerta. Didalam abad ke-5 Masehi datang pula gelombang baru dari India yg membawa Agama Budha , tulisan mereka dikenal yg disebut aksara '' Nagari ' , itulah mungkin cikal bakal tulisan -tulisan { aksara } Melayu Kuno  , dll..Tetapi dari catatan - catatan Tiongkok , yg dibawa oleh Pendeta Budha bernama = Fa Hien , ketika melawat ke Jawa dalam tahun 414 M, Masa itu belum ada Cina yg Menetap Di Nusantara,... [ ''Oudheidkund ig'',< O.V > 1914 M tentang Sumatera , Graafland dalam B.K.I.5, III , Thn 1888 M } #dalimunthe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Raja Dalimunthe dan Daeng Malela

SEKILAS HUBUNGAN MARGA DALIMUNTHE DENGAN MARGA LUBIS   Pembuat Patung lokanatha Suatu kemungkinan ! Pembuat Patung Lokanatha adalah Namora pande bosi  ( DAENG MALELA ) Setelah menikah dgn Boru Dalimunthe  tradisi menurut dari adat istiadat Angkola memberikan Hauma atau tanah bagian waris / wakaf  untuk hak anak boru  terlebih dahulu  karena rasa sayang orang tua terhadap anak boru agar anak borunya tersebut Nyaman dan tidak menuntut hak waris dikemudian hari kepada saudara laki laki dari atas peninggalan orang tua.  Dari pembagian tersebut , berdirilah suatu kerajaan , untuk mengenang peristiwa perjalanan tersebut mungkin membuat patung Lokanatha dan tergoret Nama surya mengingatkan nama dari matahari Karena permaisurinya boru dalimunthe  adalah bergelar Putri Laen Bulan  Mungkin menurut keyakinan masing masing dimana pihak perempuan disebut pihak Bulan  dan pihak laki laki pihak matahari. Ada seorang juru pandai  pembua...

Raja Patuan Bolatan Dalimunthe keturunan Sutan Satia Iskandarsyah Dalimunthe

Penerus Pendiri kota Rantau Parapat Semoga Jasa jasa Mu selalu Dikenang diingat NKRI khususnya Masyarakat Sumatera Utara Dimana Mereka ???? Menelisik Makam Patuan Bolatan Dalimunthe Raja Rantau prapat   Sejarah Patuan Bolatan Dalimunthe Ada sebuah kuburan tua di Pekan Lama, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu. Kuburan ini disebut-sebut sebagai salah satu kuburan Raja Rantauprapat. Lokasinya berada di dataran tinggi dan tak jauh dari pemukiman dan Komplek Perumahan Puri. Ketika berziarah ke lokasi pekuburan tua itu, saya beruntung dapat menyaksikan langsung fisik makam itu. Kuburan ini memiliki tujuh anak tangga sebagai simbol makam para raja. Semak menutupi sekeliling makam. Dinding-dinding makam berselimut lumut. Dedaunan yang jatuh dari pepohonan menutupi permukaannya. Persisnya kuburan ini berada di tengah-tengah perkebunan karet milik warga. Sedikit mengalami perawatan dengan adanya pembangunan lantai dan jalan semen, serta rajinnya warga?paragat (para pembuat nira...

BUNDA RATU SHIMA DAN KERAJAAN KELING ( KELINGGA )

Ilahadrotin nabiyil Ummiyill Shollohu Alla Nabi Muhammad Yaa Rosullullahi Khususson  Sumailaruha Bunda Ratu Shima binti fulan ALFATEHA Ratu Shima Lahir Shima Bendera Indonesia Kalingga (Kerajaan Kalingga) Meninggal Bendera Indonesia Kalingga (Kerajaan Kalingga) Tempat tinggal Jepara Jawa Tengah Dikenal atas Ratu Kerajaan Kalingga (674-695) M Gelar Ratu Shima Suami/istri Raja Kartikeyasinga Anak Dewi Parwati Jay Shima (Narayana/ Iswara) Shima adalah ratu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di pantai utara Jawa Tengah sekitar tahun 674 M, , lahir tahun 611 M di sekitar Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan isteri Raja Kartikeyasinga yang menjadi raja Kalingga (648 - 674) M . Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara.[1] Biografi Maharani/ Ratu Sima atau Shima putri Hyang Syailendra putra Santanu (Sriwijaya) [2] adalah istri Raja Kalingga Kartikeyasing...